Cara Belajar Affiliate Marketing

Cara Belajar Affiliate Marketing Untuk Pemula Lengkap

Cara Belajar Affiliate Marketing Untuk Pemula Lengkap. Sistem affiliate marketing memang banyak dipakai akhir-akhir ini. Banyak lini bisnis yang memanfaatkannya untuk memaksimalkan pemasaran dan menaikkan omset secara signifikan. Sehingga, tidak perlu kaget lagi jika membeli sebuah produk atau jasa, dan di dalamnya ditawarkan affiliate. Termasuk, bagi Anda yang ingin memakai sistem ini perlu belajar affiliate marketing agar tepat guna.

Apa Saja Yang Perlu Dipelajari Ketika Belajar Affiliate Marketing?

  1. Pengertian

Ketika belajar affiliate marketing perlu mengetahui pengertian maupun maknanya sebelum menjalankannya. Secara umum, sistem ini bisa diartikan sebagai bentuk kerjasama bebas atau lepas dari pemilik dengan marketer.

Marketer mendapatkan upah atau reward dari hasil penjualan yang dilakukan pada orang lain atau diri sendiri dalam jumlah tertentu. Biasanya ditandai dengan penggunaan kode referall atau keterikatan lainnya.

  1. Kenali Target Market

Sebelum memulai bisnis dengan sistem ini, perlu paham siapa sih yang akan membeli produk. Misal dari kalangan A, maka bidik strategi marketing sesuai psikologis kelompok tersebut. Sehingga, ketika sistem affiliate ini diperkenalkan, mereka berminat dan antusias menyambutnya.

Sebagai contoh, affiliate untuk foto kopi.

Tempat usaha : Ada di lingkungan pelajar atau mahasiswa

Jenis usaha : Foto kopi, penjilidan, jual alat tulis  dan print baik warna atau biasa.

Target market : Mahasiswa atau pelajar dengan rentang usia 15-22 tahun.

Persona Buyer : Kelompok ini menginginkan sesuatu dengan harga paling murah, kualitas terbaik, dan rela berkorban lebih untuk mendapatkan reward atau diskon, memilih berhemat untuk menyisihkan uang demi kepentingan fashion, gadget dan jalan-jalan.

Strategi Affliate 1 : Pada transaksi awal, tawarkan reward Rp. 10. 000 jika membawa teman ke sana untuk transaksi dengan besaran Rp. 100. 000.

Strategi Affliate 2 : Tawarkan membership, sehingga dengan kartu member tersebut akan mendapatkan poin sekian dan bisa dikonversikan ke rupiah untuk tukar dengan produk atau jasa yang ada di sana.

  1. Kenali Jenis Afiliate Marketing

Sistem affiliate ini ada banyak jenis. Semua bisa disesuikan dengan kondisi bisnis atau produk yang dijalankan. Oleh karena itu, ketika belajar affiliate marketing haruslah tahu uniq selling point yang dimiliki sebelum memutuskan strategi apa yang dipakai. Dari sekian banyak strategi, bisa diberikan gambaran sebagai berikut:

  • Paid to click atau PTC – Ini berlaku untuk secara online jadi setiap klik link yang dibagikan, dapat komisi.
  • Pay per clik atau PPC – Hampir sama dengan paid to clik, bedanya di sini orang lain yang melakukan dan tinggal mengupayakan agar orang tertarik saja.
  • Cost per action atau CPA – Ini lebih kompleks lagi, karena affliaternya akan mendapatkan komisi berdasarkan action yang diminta. Missal, action yang diminta adalah mengisi formulir survey, maka jika ada orang yang mengisi baru dapat komisi.
  • Pay per sale atau PPS – Ini yang menjadi favorit banyak pemilik bisnis. Karena komisi akan diberikan setelah adanya penjualan. Sehingga sama jelas dan termotivasi untuk mengkonversikan ke penjualan.

Selain itu juga ada, namun konsepnya sama saja. Yaitu memberikan komisi pada affliater untuk sebuah job desk dengan scope pengerjaan tertentu.

Demikianlah hal-hal yang perlu diketahui ketika belajar affiliate marketing. Kunci utama dari sistem ini adalah kekuatan marketer untuk memengaruhi orang lain agar menggunakan atau membeli produk. Sehingga, margin harus disesuiakan untuk post ini. Jangan sampai memengaruhi cash flow karena kesalahan menghitung margin yang dapat berakibat boncos.

Semoga bermanfaat yaa..! Jangan lupa bagikan artikel dari konten bisnis ini supaya makin banyak orang yang tahu dan pahala buat kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *