Cara Cek Turnitin No Repository, Meminimalkan Risiko Tersubmit Permanen

Cara Cek Turnitin No Repository, Meminimalkan Risiko Tersubmit Permanen
Cek Turnitin No Repository
Berikan Rating!

Turnitin adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi kesamaan atau kemiripan antara tulisan dalam karya akademik seperti skripsi, tesis, atau tugas lainnya dengan sumber-sumber yang ada di internet. Ini termasuk tulisan atau kata-kata dari berbagai sumber di internet.

Penting untuk dicatat bahwa Turnitin bukan alat untuk menentukan apakah suatu karya adalah plagiat atau tidak. Alih-alih, ia mengidentifikasi kesamaan antara karya mahasiswa dengan teks-teks yang ada di internet. Misalnya, jika Anda mengutip secara langsung dari sebuah buku dengan cara mengetik ulang secara manual, kemungkinan besar itu akan terdeteksi. Namun, jika buku tersebut belum pernah diunggah ke internet sebelumnya oleh siapapun, maka aman tidak kedetect similarity (kesamaan) turnitin.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Meskipun Turnitin hanya mengidentifikasi kesamaan, tingkat kesamaan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan skripsi atau karya akademik dianggap sebagai plagiat. Biasanya, batasan kesamaan yang diterima bervariasi, tetapi jika tingkat kesamaan melebihi batas yang ditetapkan (misalnya, 25% atau 30%), maka karya tersebut dapat dianggap sebagai plagiat.

Penentu apakah suatu karya dianggap plagiat atau tidak adalah dosen atau tim pengajar. Mereka akan memeriksa hasil laporan Turnitin dan menilai apakah tindakan perlu diambil, seperti melakukan paraphrasing (parafrase) untuk menghindari kesamaan atau menilai apakah itu adalah kasus plagiat yang serius atau tidak.

Penting juga untuk diingat bahwa Turnitin tidak hanya mengidentifikasi kesamaan dalam bahasa Inggris. Bahkan ketika Anda melakukan paraphrasing terjemahan Al-Quran atau undang-undang, Turnitin masih dapat mendeteksi kesamaan jika ada. Jadi, penggunaan Turnitin harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari masalah plagiarisme.

Turnitin biasanya digunakan oleh institusi pendidikan, dan mahasiswa biasanya memiliki akun yang disediakan oleh institusi mereka. Mahasiswa dapat menggunakan akun tersebut untuk mengirimkan tugas mereka untuk diperiksa, tetapi hasil penilaian akhir dan keputusan apakah itu plagiat atau tidak tetap ada pada dosen atau tim pengajar.

Cara Cek Menggunakan Akun Turnitin No Repository atau Save Repository

Akun Turnitin bersifat no repository atau tanpa penyimpanan dalam repositori. Langkah pertama adalah masuk ke situs Turnitin dan melakukan login. Setelah login, akan diberikan dua contoh file yang akan diperiksa. Tujuannya adalah untuk melihat apakah hasil pemeriksaan akan sama atau apakah skornya akan meningkat setelah file pertama dimasukkan ke dalam Turnitin.

Selanjutnya, kita masuk ke dalam kelas yang sesuai dengan penggunaan akun student. Setelah itu, kita dapat langsung melakukan pengiriman file. Jika pengguna khawatir bahwa skor plagiatnya akan berubah, Anda dapat mencoba menggunakan file asal sebagai alternatif.

Dalam langkah berikutnya, Anda harus menyalin judulnya dan memasukkannya ke kolom judul pengiriman. Setelah mengunggah file, langkah berikutnya adalah mengklik tombol “confirm.” Proses ini akan menghasilkan sebuah skor yang akan ditampilkan di halaman berikutnya.

Jika dokumen yang diunggah memiliki banyak halaman, perlu beberapa saat untuk menunggu hasilnya. Biasanya, skor akan muncul setelah beberapa menit. Jika dokumen relatif singkat, skor dapat muncul dengan cepat.

Setelah skor plagiat muncul, Anda dapat melihatnya dengan mengklik tombol “view.” Anda akan melihat informasi tentang apa yang telah terdeteksi sebagai potensi plagiarisme dalam dokumen Anda.

Selanjutnya, Anda dapat membandingkan skor dari file pertama dengan skor dari file kedua jika Anda memutuskan untuk mengunggah ulang file yang sama. Jika Anda memiliki akun yang memungkinkan penyimpanan dalam repository, ini dapat mempengaruhi skor, dengan skor akhir mungkin mencapai 100%.

Langkah terakhir adalah mengunggah kembali file yang sama dari komputer atau laptop. Proses ini cukup sederhana dan tidak rumit. Mahasiswa atau dosen tinggal menunggu sebentar sebelum melihat hasilnya dan dapat kembali ke hasil akhir dalam portofolio kelas. Jika skor dari file pertama dan file kedua sama, Anda dapat mempercayai keakuratan Turnitin. Ini adalah tutorial yang sederhana untuk memanfaatkan akun Turnitin dengan baik dan efektif. Selalu berhati-hati untuk melakukan cek plagiasi, utamakan memilih sistem cek turnitin no repository.

Perbedaan Akun Turnitin REPOSITORY dengan Turnitin NO REPOSITORY

Plagiarism-checker, tentunya berkaitan dengan Turnitin, namun topiknya lebih spesifik karena banyaknya pertanyaan mengenai perbedaan antara akun Turnitin yang menyimpan ke repositori dan no repositori. Misalnya, jika Anda menyimpan ke repositori, ini berarti artikel Anda akan tersimpan di repositori atau database milik instansi kampus yang bersangkutan secara otomatis. Artinya, artikel Anda menjadi milik kampus tersebut. Ketika artikel Anda diperiksa di akun lain, kemungkinan plagiarisme terhadap diri Anda sendiri akan terdeteksi.

Namun, jika Anda menggunakan akun Turnitin yang tidak menyimpan ke repositori, artikel Anda tidak akan disimpan dalam database. Ulasan ini menjelaskan perbedaannya dan potensi risikonya. Saat Anda mengirimkan artikel ke repositori, itu tidak masalah jika di kampus mahasiswa masing-masing. Namun, masalah dapat timbul jika mahasiswa mengirimkannya ke kampus lain. Ada dua jenis akun mahasiswa, yang pertama adalah yang tidak memiliki repositori, sementara yang kedua memiliki fitur menyimpan ke repositori.

Jika hasil cek plagiasi turnitin menunjukkan skor 100%. Ini berarti artikel atau file terdeteksi sebagai plagiat dari 1 file utuh yang pernah disubmit sebelumnya. Ini adalah hasil dari penggunaan akun yang tidak memiliki repositori. Jadi, kita tidak bisa hanya menghapusnya begitu saja. Sebagai gantinya, kita perlu melaporkannya kepada administrator akun utama turnitin (biasanya admin kampus/ dosen atau akun instruktur).

Kesimpulannya, berhati-hatilah dalam menggunakan akun Turnitin. Pastikan mahasiswa memahami perbedaan antara akun turnitin repositori dan akun turnitin no repositori, selanjutnya harus pertimbangkan risikonya terlebih dahulu sebelum mengirimkan atau submit artikel ke turnitin.com.

You might also like