Strategi Membangun Personal Branding Di Era Digital
Berikan Rating!

Strategi Membangun Personal Branding Di Era Digital

Dua hal yang jarang sekali di sadari marketer pemula agar bisa menjual lebih banyak, lebih cepat dan lebih mudah adalah Personal Branding dan Authority. Data menunjukan bahwa 83% penjualan terjadi karena penjualnya bukan produknya. Nah sekarang bagaimana tips atau strategi membangun personal branding di masa kini.

Saya tidak mengatakan bahwa kualitas sebuah produk itu tidak penting. No, bukan seperti itu maksud saya! Kualitas produk itu sangat penting agar bisnis bisa berjalan long term dan tingkat repeat ordernya tinggi. Karena kita sama-sama tau bahwa bisnis yang kuat di bangun di atas repeat order.

Tapi kaitannya dalam konteks jualan laris di awal, itu bukan tentang kualitas produknya, melainkan tentang siapa yang menjual. Faktanya jika ada dua perbandingan keadaan seperti ini:

  • Produk luar biasa bagus dijual oleh orang biasa
  • Produk biasa di jual oleh orang yang personal branding dan authority-nya kuat

Penjualan Laris Karena Personal Branding

Pasti penjualan yang lebih laris adalah yang kedua. Contoh riilnya: Raffi Ahmad bisa menjual 25.000 sarung dalam 2 minggu. Bahkan Syahrini menjual peyek harganya Rp 200.000 per toples, orang-orang harus rela antri dan pre order selama 3 hari. Begitu juga saat ia jualan mukena seharga Rp 3,5 juta ternyata laris manis sampai 5.000 pcs

Jadi secara umum orang melihat siapa yang jual bukan apa yang di jual. Lalu apa sebetulnya personal branding dan Authority? Personal branding adalah bagaimana Anda mencitrakan diri dan bagaimana orang melihat Anda, biasanya ini berkaitan dengan ciri khas.

Baca Juga :   10 Bisnis Online Terpopuler Di Indonesia Tahun Ini Dan Terbaik

Sedangkan Authority adalah seberapa besar pengaruh Anda sehingga orang lebih percaya dan memilih Anda sebagai referensinya. Bayangkan kalau Anda menguasai keduanya, apa kira-kira yang akan terjadi dengan karir Anda?

  • Mendapat lebih banyak kepercayaan dari orang lain
  • Apapun yang Anda katakan pengaruhnya akan jadi lebih kuat
  • Penjualan melejit bahkan sebelum Anda berjualan secara langsung
  • dan banyak lagi

Apakah agar memiliki Personal Branding dan Authority itu artinya harus jadi artis dulu? No, tidak. Contoh di atas kebetulan memang public figure, yang kejadiannya sudah menjadi rahasia umum dan di ketahui banyak orang agar pembahasan saya lebih mudah dipahami.

RajaBackLink.com

Baca Juga Selengkapnya :

Pengurusan Izin Usaha yang Wajib Diketahui Pebisnis
5 Tips Usaha Jual Telur Keliling yang Harus Diketahui
Mengenal Potensi Kerugian Usaha Jamur Tiram yang Sering Terjadi
Ide yang Bisa Jadi Peluang Usaha Aneka Keripik Ini Mudah Dicoba
Ingin Menjalankan Bisnis Rongsok? Kenali Resiko Usaha Rongsokan
Ini Cara Urus Izin Usaha Sabun Cair yang Harus Dilakukan

Solusi Strategi Membangun Personal Branding

Personal Branding dan Authority adalah sesuatu yang bisa di bentuk dan di pelajari dan oleh orang biasa sekalipun bahkan dengan modal yang tidak besar dan hanya dengan memanfaatkan media online. Strategi membangun personal branding saat ini bagaimana kamu mengekspresikan diri kamu saat ini.

Bagaimana katapedia.id membuat narasi personal branding kliennya?? Sebelumnya anda perlu paham dulu apa sih itu Personal Branding??

Secara mudah, Strategi membangun personal branding itu adalah irisan antara “how you see yourself dan how others see you” apa yang anda tampilkan dan apa yang anda harapkan orang liat. Step by stepnya untuk strategi membangun personal branding ada 3 tahapan, yaitu adalah :

  1. Research
  2. Message
  3. Disburse

3 Kompenen Untuk Membangun Message

Jika sudah melakukan langkah pertama riset, lalu di susunlah “message house” yakni pesan apa yang ingin di sampaikan ke target audience. Dalam hal ini katapedia menggunakan 3 kompenen untuk membangun message. yakni :

Baca Juga :   4 Cara Mudah Memasukkan Kode Team Leader Shopee Affiliate

Umbrella Message : berisi pesan utama yang ingin di sampaikan pada target audience. Pesan ini kita harapkan ada di benak target audience setelah masa kampanye selesai dan mereka memutuskan untuk memilih kandidat.

Value Preposition : umbrella message harus bisa di wujudkan dalam nilai kongkrit yang terdapat dalam kandidat. Melalui pemaparan value prepositions, target audience dapat percaya pada umbrella message.

Reasons to Believe (RTB) : Value preposition harus dapat di buktikan melalui tindakan nyata yang di lakukan oleh kandidat. Pemaparan tindakan nyata tersebut juga akan mendukung target audience menerima dengan baik umbrella message.

Bagikan Sekarang!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content Is Protected !!